Monday, September 25, 2006

Langkahku Serigala

Langkahku serigala bernafaskan mimpi

Berlari untuk makan
berjalan untuk kenyang
memangsa perasaan yang ada
menjelma dalam siang

Menentang keadaan
menyapa panas dengan senyum
kesangaran yang hilang
ak akan lepas sekarang

Aku mengejar sebuah impian semu
aku dikejar mimpi semalam
aku hidup dalam mimpi-mimpi
mimpi yang kukejar juga

Aku akan terbang dengan sayap hayalan
aku akan berlari dengan nafas setengah penuh
aku akan berlari membawa berat badan
atau aku akan berlari dengan membawa beban mimpi

Kembali,
aku mengejar sebuah impian semu
aku dikejar mimpi semalam
aku hidup dalam mimpi-mimpi
mimpi yang kukejar juga

[Isack]

Perjalanan Panjang

Berjalan bersama hembusan angin menuju ke Utara kehidupan adalah sebuah perjalanan panjang

Nasionalisme Adalah Kosong

Nasionalisme adalah kosong

"Merdeka!...Merdeka!...sebuah cerita Nasionalisme yang membuatku mencibir mulut tanpa arti..."
Jangan salahkan aku kalau aku tidak memiliki rasa nasionalisme sedikitpun.Sejak lama rasa itu tidak pernah mau singgah dalam darahku,bukan karena orang tuaku bukan dari golongan berpangkat dan ternama dalam susunan kenegaraan,bukan itu saja kadang aku tidak pernah berbangga hati saat orang lain membangga-banggakan tanah air dan kebangsaan yang mereka miliki,tidak berlaku buatku.
Aku tidak punya rasa nasionalisme sama sekali sama seperti orang Atheis yang tidak mempercayai suatu agama atau kepercayaan.
Belum pernah dalam hidupku aku berniat melakukan sesuatu dengan tujuan berbakti pada bangsa dan negara ini,belum pernah!
Entah kenapa juga aku tidak pernah merasa bersalah karena hal itu,mungkin aku terlalu memaklumi bahwa aku memang tidak pantas dan tidak berhak untuk mencintai dan berbangga dengan tanah air ini.
Belum pernah merasakan kemerdekaan yang konon katanya telah berhasil direbut 61 tahun lalu,aku tidak percaya itu semua,yang aku percaya hanya kita pernah mem-Proklamirkan sebuah kemerdekaan yang berdaulat saja tidak lebih dari itu.Maaf buat kalian yang tidak bisa menerima ini,tapi yakinlah walau aku tidak ber-nasionalisme-ria tapi aku tetap menjunjung tinggi kedaulatan yang tidak kupercaya itu.
Nasionalisme memang tidak pernah lengket dan melekat dalam darahku,padahal kenyataan nya nilai Pancasila dan kewarganegaraan ku selalu baik,tapi aku tidak merasakan efek dari apa yang kunikmati semua ini.Yang bisa kunikmati hanya sebuah kepalsuan dari semua yang diberikan guru,dosen dan pakar-pakar yang lain,buatku mereka hanya bercuap-cuap kosong tak berbunyi tak ada arti.Aku belum menikmati semua itu...

Syukur ku

Aku bersyukur pada Mu

Aku bersyukur pada Mu

Dengan penuh kerendahan hati
saat ini mungkin saat terlemah dalam hidupku
saat dimana mungkin ini adalah titik balik dari kehidupan
kembali dari keterasingan yang pernah hilang

Aku hadirkan sebuah kesan tersendiri
tentang bunga yang tidak sempat mekar
untuk semua yang telah berlalu
untuk semua yang akan datang

Dengan penuh rasa syukur pula aku hadir
menghayati arti kehidupan yang masih Kau berikan
karena ada perasaan itu aku akan tiba dengan segera
karena Mu aku bisa bersyukur pula

Kepulangan ku pada Mu
karena kesadaranku pula
aku masih tetap bersyukur dengan semua kesadaranku
kesadaran dan rasa syukur

Bandung,Juli 2006
[Isack]